2 Lokasi Agrowisata Durian di Jogjakarta Hasil Tangan Dingin Sentra Pemberdayaan Tani (SPT) dari Yayasan Obor Tani (Yabortan). Taman Buah di Desa Nglanggeran dan Kawasan Wisata Durian Menoreh Kuning Banjaroya adalah tujuan baru agrowisata durian di Jogjakarta

2 Lokasi Agrowisata Durian di Jogjakarta Hasil Tangan Dingin Sentra Pemberdayaan Tani (SPT) dari Yayasan Obor Tani (Yabortan). Taman Buah di Desa Nglanggeran dan Kawasan Wisata Durian Menoreh Kuning Banjaroya adalah tujuan baru agrowisata durian di Jogjakarta. Siapa tidak kenal dan tidak suka dengan Buah Durian? Durian dengan duri-duri tajam di kulit luarnya dan baunya yang khas dan menyengat adalah Raja buah-buahan daerah tropis. Bagi para penggemar buah berduri ini, Durian adalah buah favorit yang sangat dicari dan dirindukan. Mereka rela berburu buah dengan bau yang khas tersebut ke berbagai pelosok sentra produksi durian. Mereka juga rela merogoh koceknya untuk mendapatkan buah impiannya. Durian telah menjelma menjadi sebuah komoditas perkebunan baru yang sangat menjanjikan keuntungan. Beberapa daerah rupanya menangkap peluag tersebut, diantaranya adalah Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul dan Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo. Keduanya adalah daerah baru sentra produksi durian berkualitas tinggi.

Desa Nglanggeran dan Desa Banjaroya adalah daerah binaan Yayasan Obor Tani (Yabortan) di Daerah Istimewa Jogjakarta. Kedua desa tersebut merupakan Sentra Pemberdayaan Tani (SPT) yang dibentuk oleh Yabortan. SPT bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di desa khususnya melalui pembangunan kebun buah-buahan unggul di daerah setempat. SPT memiliki 5 pilar inti untuk mendukung para petani di desa binaannya Pilar. Kelima Pilar tersebut adalah:

  1. Waduk Tani – Waduk tani biasanya berupa embung dilapisi geomembran. Fungsinya adalah memanen dan menyimpan air hujan saat musim penghujan dan menggunakannya di saat musim kemarau. Ukuran waduk tani biasanya disesuaikan jumlah curah hujan di suatu daerah dan luasan kebun buah unggulan yang akan diairi. Waduk tani biasanya dibuat di lokasi tertinggi di daerah tersebut sehingga proses pengairannya bisa dilakukan dengan sistem gravitasi. Jumlah air yang bisa ditampung waduk tani harus mampu mengairi tanaan buah yang ditanam selama 6 bulan di musim kemarau.
  2. Pembentukan Kelompok Petani Inti (NITI) dan Karyawan Pemeliharaan Tanaman (KAPETAN).
  3. Kebun Buah Unggulan – Kebun buah unggulan adalah inti program SPT. Luas kebun buah unggulan ini sekitar 20 hektar dan terletak di sekitar waduk tani. Jarak maksimalnya sekitar 1 km dari tepi waduk.
  4. Pembuatan Wisma Tani – Wisma Tani harus dibangun di lokasi sentra pemberdayaan tani (SPT). Wisma tani ini berfungsi sebagai pusat informasi dan pelatihan petani anggotanya.
  5. Program Pendampingan dan sistem pemberdayaan Petani – Petani akan didampingi oleh tenaga ahli mulai dari tanam sampai dengan panen.

Program SPT dengan 5 pilar tersebut diluncurkan pada tahun 2010 dan sampai saat ini program tersebut telah membantu meningkatkan perekonomian petani di daerah yang dibinanya. Salah satu daerah yang menjadi binaan SPT adalah Desa Karangayar di Jawa Tengah. Giyarto, salah satu petani Durian di SPT Karanganyar menuturkan bahwa di tahun pertama panen duriannya, dia pane 44 buah durian dari 16 pohon miliknya. Durian terberat yang berhasil dipanen berbobot 5,6 Kilogram dan terjual seharga Rp.  300.000,-. Ini sangat membantu perekonomian keluarganya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup yang terus meningkat.

diantaranya SPT, bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.

Agrowisata Taman Buah Nglanggeran

Lokasi Agrowisata Taman Buah ini terletak di Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul. Kebun buah ini luasnya sekitar 20 Ha dan dikelola oleh Kelompok Tani Kumpul Makaryo di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk.  Taman buah seluas 20 hektare tersebut dibangun di atas tanah Sultan Ground (SG). Tanaman utama di taman buah ini adalah durian montong dan kelengkeng. Para petani di bawah bimbingan Yayasan Onor Tani telah berhasil menanam sekitar 3.000 pohon durian montong dan 3.000 pohon kelengkeng. Saat ini tanaman durian montong dan kelengkeng tersebut sudah mulai berbuah.

Taman Buah tersebut dilengkapi dengan sebuah Embung mini geomembran yang sangat indah pemandangannya. Pantulan langit di danau seakan menyapa semua pengunjung yang berada pinggiran danau Nglanggeran tersebut. Embung seluas 0,34 hektar ini sangat unik karena dibangun diatas bukit berketinggian sekitar 500 mdpl. Sumber utama Embung ini adalah air hujan ditambah dengan air dari beberapa sumber mata air yang ada di kawasan Nglanggeran, yakni dari Sumber Air Tujuh. Embung nglanggeran ini mampu mengairi kebun buah seluas 20 hektar untuk tanaman buah durian dan kelengkeng. Kita bisa menikmati buah durian kualitas tinggi sambal menikmati pemandangan puncak Gunung Api Purba yang sangat indah dan memikat.

Agrowisata Taman Buah Nglanggeran

Agrowisata Taman Buah Nglanggeran

Agrowisata Taman Buah Nglanggeran

Agrowisata Taman Buah Nglanggeran

Durian Menoreh Kuning dari Desa Banjaroya

Banjaroya adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi DI Yogyakarta. Banjaroya merupakan salah satu desa yang tersohor karena buah duriannya sehingga sejak tahun tahun 2016 Desa Banjaroya dikembangkan menjadi desa wisata durian. Durian Banjaroya atau yang lebih dikenal dengan durian Menoreh memiliki aroma yang kuat dan daging buah yang tebal, dan rasanya yang mantab. Terdapat beberapa varietas unggulan yang ada disini, bahkan beberapa telah ditetapkan varietas durian unggulan nasional seperti Durian Menoreh Jambon dan Durian Menoreh Kuning.

Salah satu Pohon Induk Durian Jambon adalah pohon durian milik ibu Bu Kasiyatun. Batang utama pohon induk ini cukup besar tetapi tidak memiliki banyak percabangan. Pohon ini dilepas sebagai varietas durian unggul nasional berdasarkan SK Mentan No. 317/KPTS/SR.120/5/2007.  Di Desa Banjaroya juga ditemukan pohon induk Durian Menoreh Kuning milik Pak Sukidal. Ada beberapa pohon induk durian menorah kuning yang sudah diregistrasi sebagai durian unggul SK Mentan No. 316/KPTS/SR.120/5/2007. Batang utama pohon induk Durian Kuning rata-rata lebih besar daripada Durian Menoreh Jambon. Percabangannya lebih banyak dengan daunnya yang lebar sehingga pohon Durian Kuning ini lebih rimbun.

Di Desa Banjaroya juga sudah dibangun sebuah waduk mini geomembran tadah hujan untuk mendukung pengembangan kebun durian Menoreh. Embung banjaroya ini berukuran 60m x 80m dan mampu menampung air hujan sampai 10.000 meter kubik. pembangunan Embung Banjaroya juga bertujuan untuk menjadi pendukung Banjaroya sebagai kawasan Desa Agrowisata. Kita Bisa Menikmati Lezatnya Durian Menoreh Kuning dan Jambon yang lezat sambal menikmati pemandangan embung yang luar biasa memikat.

Durian Menoreh Kuning dari Desa Banjaroya

Durian Menoreh Kuning dari Desa Banjaroya

Durian Menoreh Kuning dari Desa Banjaroya

Durian Menoreh Kuning dari Desa Banjaroya

Durian Menoreh Kuning dari Desa Banjaroya

Durian Menoreh Kuning dari Desa Banjaroya