Home / Tanaman Perkebunan / Budidaya Tembakau Oriental

Budidaya Tembakau Oriental

Tembakau Oriental adalah salah satu jenis tembakau yang sangat dibutuhkan oleh pabrik rokok karena aromanya yang sangat tajam dan nikotinnya rendah. Tembakau Oriental masih harus diimpor karena belum ditanam di Indonesia. Indonesia punya peluang untuk mengembangkan tembakau Oriental terutama untuk daerah-daerah beriklim kering seperti daerah NTT

Tembakau Oriental adalah salah satu jenis tembakau yang sangat diperlukan oleh perusahaan rokok. Sayangnya sampai saat ini tembakau oriental belum diusahakan secara komersial di Indonesia sehingga seluruh kebutuhan tembakau oriental masih diimpor. Tembakau oriental termasuk dalam golongan tembakau yang dikeringkan dengan menggunakan sinar matahari (Sun Cured). Penggolongan tembakau Berdasarkan cara pengeringannya adalah:

  1. Air Cured

Air cured adalah tembakau yang dikeringkan menggunakan udara dengan cara digantung di curing shed (lumbung) berventilasi selama empat sampai delapan minggu. Tembakau Air cured mempunyai kandungan gula rendah, Tinggi nikotin. Tembakau Burley and cerutu adalah salah satu contoh tembakau air cured

  1. Fire Cured

Fire cured adalah tembakau yang dikeringkan dengan cara pengasapan yang dilakukan di curing shade (lumbung) yang membutuhkan waktu sekitar 3 – 10 minggu bergantung pada proses pengeringannya dan kondisi tembakaunya. Asap dan panas diperoleh dari bara api hasil pembakaran kayu keras yang dilakukan terus menerus dengan intensitas bara rendah. Fire cured menghasilkan tembakau rendah gula dan tinggi nikotin. Contoh-contoh tembakau Fire cured adalah tembakau untuk pipa tembakau dan tembakau untuk makan sirih (mengunyah tembakau) dan tembakau yang disedot (snuff tobacco)

  1. Flue Cured

Flue cured adalah tembakau yang dikeringkan menggunakan panas dari api yang dilewatkan flue (lorong-lorong) di dalam open. Daun-daun tembakau diikat pada stik (gelantang) yang nantinya akan digantung pada tier-tier di dalam open. Open ini memiliki cerobong asap dijalankan dari Tungku (kotak api) di luar open, panasn akan mengeringkan tembakau tanpa ada asap, suhu akan dinaikkan secara perlahan-lahan selama curing tersebut. Proses pengeringan tembakau biasanya membutuhkan waktu sekitar 7 hari (1 minggu). Tembakau flue cured mempunyai karakter kandungan gula tinggi dan kandungan nikotin sedang. Beberapa contoh tembakau Flue Cured adalah tembakau Virginia Lombok, Tembakau Viriginia Brasil, Tembakau Viriginia China dll

  1. Sun Cured

Tembakau yang dikeringkan dengan menggunakan tenaga (sinar) matahari. Jenis tembakau ini adalah tembakau Oriental yang banyak terdapat di Turki, Yunani, dan negara-negara Mediterania lain untuk menghasilkan tembakau oriental. Indonesia juga menghasilkan tembakau suncured yaitu tembakau rajangan misalnya Rajangan Madura, Rajangan Paiton, Rajangan Temanggung, Rajangan Jombang, Rajangan Bondowoso dll. Tembakau Sun cured rendah gula dan nikotin dan digunakan dalam rokok. 

Tembakau Oriental – Sebuah Peluang di tanah kering

 Tembakau Oriental adalah tembakau aromatik, dengan flavor yang halus dan kandungan nikotin rendah. Tembakau oriental pada umumnya berupa lembaran-lembaran daun-daun yang kecil (sempit).

Pada Awalnya tembakau Oriental ditanam di Thrace dan Macedonia. Saat ini tembakau oriental terbagi menjadi golongan Tembakau dari Bulgaria, Yunani dan Turki. Sekarang ini tembakau Oriental sudah ditanam di Mesir, Afrika Selatan, China, Thailand serta daerah-daerah lainnya. Tembakau oriental pernah ditanam di indonesia yaitu di daerah Kabupaten Ngawi – Jawa Timur sekitar tahun 2005.

Secara Ekologi tembakau oriental cocok ditanam didaerah kering dan kurang subur. Namun begitu tembakau oriental juga membutuhkan air untuk pertumbuhannya terutama pada umur 0 – 30 hari setelah tanam. Tanah yang paling bagus untuk tembakau oriental adalah tanah-tanah berbahan induk kapur atau karst. Jenis tanah ini sangat mempengaruhi aroma yang akan dihasilkan.

Panduan teknis bubidaya tembakau Oriental adalah sebagai berikut:

  1. PEMBIBITAN

Pembibitan tembakau oriental merupakan bagian yang sangat penting dalam budidaya tembakau oriental. Hal ini dikarenakan kebutuhan bibit per hektarnya sangat banyak yaitu sekitar 250.000 bibit. Beberapa hal penting dalam pembibitan tembakau oriental adalah:

Lokasi Bedengan,

Kebutuhan lahan bedengan untuk 1 Ha lahan adalah 250 M2 atau 20 bedengan ukuran 12.5 meter x 1 meter. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi bedengan adalah:

  • Ada Sumber air bersih, tidak tergenang.
  • Bebas naungan
  • Bukan bekas bedengan
  • Bukan bekas tanaman sekeluarga
  • Panjang 12,5 meter, lebar 110 cm
  • Lebar bawah 120 cm, Got 50 cm 

Pemupukan Dasar

Untuk memperoleh bibit yang bagus maka diperlukan media yang subur dan gembur. Kebutuhan pupuk untuk mendukung persiapan pembibitan adalah : 20 Kg NPK 15 : 15 : 15 (1,0 kg/bed), 5 Kg SP36 (0.25 kg/bed) dan 1 kg Petrofur atau Furadan (50 gram/bed). Semua Pupuk dasar tersebut dibenam pada 7 Hari Sebelum Sebar dan dibenamkan dengan kedalaman pupuk 5 cm

Sebar Benih

Sebelum menanam tembakau oriental, pertama kali kita harus menentukan jenis atau varietas yang akan ditanam. Beberapa varietas tembakau oriental yang terkenal adalah komutini, shanti, prileps, Samson dll. Kebutuhan benih untuk pertanaman tembakau oriental per hektar adalah sekitar 100 gram. Benih ditimbang dan dibungkus menggunakan kain dengan berat per bungkusnya 2.5 gram. Setiap bedengan memerlukan 2 bungkus benih. Benih harus direndam selama 36 jam kemudian ditiriskan selama 48 jam. Selama ditiriskan, benih tidak boleh kekeringan.

Sebelum benih disebar, bedengan harus dibasahi permukaannya dengan air bersih. Gunakan alat penyebar benih (seeding boom) untuk menyebar benih. Satu bungkus disebar dari ujung bedengan dan satu bungkus disebar dari ujung yang lain. Setelah selesai sebar benih, permukaan bedengan segera diberi mulsa sekam. Sekam disebar merata di permukaan bedengan, jangan terlalu tebal

Permukaan bedengan yang sudah dimulsa, kemudian disiram dengan fungisida secara merata untuk menjaga bedengan dari serangan jamur atau fungi. Untuk mencegar terjadinya serangan hama terutama semut, Bedengan juga disiram secara merata dengan insektisida.

Bedengan kemudian dipasangi plengkung dari bamboo dan patok-patoknya. Bedengan kemudian ditutup dengan plastic cover untuk melindungi bedengan dari curah hujan dan panas. Untuk memperkuat supaya plastik cover tidak diterbangkan angina maka perlu dipasang benang bol secara silang.

Sebar benih dengan seeding boom menjamin kerataan sebaran

Penyiraman dan pembukaan cover

Bedengan yang sudah disebari benih tembakau harus selalu dijaga kelembabannya dengan cara disiram. Penyiraman bedengan tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca saat itu. Pedoman sederhana untuk penyiraman bedengan adalah sebagai berikut:

  • 0 – 10 HSS :  3 kali sehari 4 gembor
  • 11 – 20 HSS : 2 Kali sehari 6 gembor
  • 21 – 30 HSS : 1 kali sehari 10 gembor
  • > 30 HSS bedengan tidak disiram

Seiring dengan penyiraman di bedengan, maka per dilakukan pembukaan cover bed.  Secara sederhana schedule pembukaan bedengan adalah sebagai berikut:

  • 0 – 10 HSS : cover ditutup
  • 11 – 20 HSS : cover dibuka sampai jam 11.00 WIB
  • > 21 HSS cover dibuka sampai sore, malam hari ditutup

Penyiraman seirama dengan buka tutup cover bed

Populasi bibit dan Pemeliharaan

  • Populasi : 80 bibit/feet, jumlah bibit  yg dihasilkan 10.000 bibit/bed
  • Penjarangan dilakukan bila pop lebih dari 80 bibit/feet. Bedengan disemprot Fastac atau amcothene bila ada serangan ulat atau hama lainnya
  • Bedengan disemprot ridomil mulai umur 18 HSS, empat hari sekali. Dosis anjuran
  • Rumput dan gulma yang tumbuh Harus dibersihkan
  • Clipping dilakukan hanya bila diperlukan atau bila bibit tumbuh terlalu cepat

Kepadatan Populasi yang pas sangat penting

Cabut Bibit

  • Semprot amcothene 2 hari sebelum bibit dicabut
  • Siram bedengan dengan banyak air sampai tanahnya basah dan bibit mudah dicabut dan akar tidak putus, tanah terikut saat dicabut
  • Pilih bibit yang super dan seragam.

Penyiraman harus cukup saat mencabut Bibit

Bibit Standard

  • Umur tanam 35 HSS
  • Batang keras, akar banyak, Warna daun kekuningan
  • Tinggi bibit 12 Cm
  • Sehat, tidak terserang penyakit
  • Seragam

Bibit Standrd yang Bagus

  1. PERSIAPAN LAHAN 

Bongkar tanah

  • Tanah dibajak/dicangkul sedalam 15 – 20 cm, sampai tanah gembur dan masak
  • Buat got-got dan saluran pembuangan, terutama got tepi
  • Tanah diratakan sehingga tidak ada tempat yang tergenang air bila terjadi hujan
  • Tanah tidak boleh disemprot dengan herbisida

Pengolahan tanah yang bagus

Buat Larikan dan Lubang Tanam

  • Tanah yang sudah rata dibuat larikan-larikan sekaligus lubang tanam.
  • Jarak antar larikan 40 cm dengan panjang larikan 8 meter
  • Lubang tanam dibuat dengan lanji/tugal kecil. Jarak tanaman 8 cm
  • Gunakan tali bersimpul-simpul agar lurus

Lubang tanam berupa larikan-larikan

  1. PERTANAMAN

Penanaman dan Sulam

  • Tanam hanya bibit yang sehat, seragam dan standard
  • Tanam segera setelah turun hujan dan sesuai kemampuan tenaga yang ada
  • Akar harus ditekan agar menyatu dengan tanah, segera siram air bila perlu
  • Segera lakukan penyulaman bila ada yang mati, tidak lebih dari 7 HST

Pemupukan berdasarkan larikan tanaman

Dangir/Bumbun

  • Bumbun I dilakukan umur 10 – 15 HST
  • Bumbun II setelah pengairan I
  • Dangir dilakukan segera bila terjadi hujan
  • Fungsi untuk memperbaiki aerasi tanah

Dangir dan bumbun sangat menentukan hasil

Stress periode dan Pengairan

  • Tujuan untuk merangsang perkembangan akar dan meningkatkan hasil
  • Lama stress kira-kira 15 hari, Tidak boleh terlalu lama
  • Pengairan I dilakukan setelah stress, tinggi pengairan 2/3 (guludan) bumbun
  • Pengairan selanjutnya hanya dilakukan bila cuaca sangat kering sehingga kadar air tanah dibawah kapasitas lapang

Pertumbuhan tanaman yang seragam sangat diharapkan

 Topping

  • Tanaman tidak ditopping/dipunggel
  • Daun dipelihara terus sampai berbunga
  • Jumlah daun per pohon : 25 – 35 lembar
  • 2 – 3 lembar daun bibit/pasiran dibuang 

Tanaman segera dipanen – tidak perlu ditopping 

  1. PANEN DAN RENTENG

Panen

  • Panen pertama ± 35 HST, petik 4 – 6 lembar tiap kali panen
  • Interval panen 7 – 10 hari sekali, total panen 5 – 7 kali panen
  • Warna daun waktu panen :
  1. Daun Bawah : Hijau muda (semuruh)
  2. Daun Tengah : Hijau kekuningan
  3. Daun Atas : Kekuningan (Masak)
  • Daun diatur rapi dalam keranjang atau tempat panen (box) untuk memudahkan Proses renteng

Panen sekaligus ditata untuk memudahkan saat renteng

Renteng

  • Pisahkan daun berdasarkan posisi, ukuran dan tingkat kemasakan daun
  • Gunakan jarum besar dan benang untuk renteng daun, Panjang benang 100 cm
  • Isi rentengan :
    1. Daun Bawah :  150 – 200 lembar per meter benang
    2. Daun Tengah :  150 – 200 lembar per meter benang
    3. Daun Atas :  200 – 300 lembar per meter benang
  • Tempat renteng agak ke pangkal daun, tidak boleh terlalu tengah
  • Renteng harus rapi dan menghadap searah (daun bisa berpelukan)

Renteng yang rapi akan menghasilkan kualitas prima 

  1. PENGERINGAN DAUN

Peralatan

  • Open, Panjang 500 Cm, lebar 120 Cm, tinggi 75 cm dan tinggi lengkung 50 cm
  • Kebutuhan open : 8 buah untuk 20.000 tanaman (0.1 Ha)
  • Encek, Panjang 100 cm dengan lebar 80 cm. Dibuat dari bambu atau kayu
  • Kebutuhan encek : 6 buah per open atau 48 buah per 20.000 tanaman
  • Rak-rak untuk penguningan dan pelayuan
  • Rak-rak untuk pelemasan (air curing) di dalam rumah

Model Open (pengering) Tembakau Oriental 

Pewarnaan dan pelayuan (Yellowing and wilting stage)

  • Selama proses pewarnaan dan pelayuan, cover harus dibuka pada siang hari dan ditutup pada malam hari
  • Lama proses pewarnaan dan pelayuan adalah :
    1. Daun bawah : Dilayukan 24 jam (1 hari)
    2. Daun tengah : Dilayukan 48 jam (2 hari)
    3. Daun atas : Dilayukan 72 jam (3 hari)
  • Warna berubah dari hijau menjadi kekuningan

Warna sudah kekuningan dan sudah layu siap dimasukkan open

Pengikatan Warna (Fixing Color Stage)

  • Dimulai bila 25% lamina daun sudah berwarna kuning, daun sdh layu
  • Rentengan daun harus dimasukkan di dalam open pengering
  • Cover dibuka pada pagi hari untuk membuang embun dan uap air, setelah kering cover plastik ditutup rapat.
  • Waktu yang diperlukan kira-kira 2 – 3 hari

Pengikatan warna tidak menunggu warna kuning sempurna

 Pengeringan (Drying Stage)

  • Dilakukan seiring dengan proses pengikatan warna, sampai seluruh lamina (helaian daun) dan gagang kering. Gagang mudah dipatahkan
  • Cover harus ditutup rapat sepanjang hari kecuali ada embun (uap air) di dalam open, cover dibuka sampai embunnya kering lalu ditutup kembali

Drying proses – tutup open dengan sempurna

Pelemasan (Air Cure)

  • Krosok yang sudah kering dipindahkan ke rak-rak pelemasan di dalam rumah
  • Cara meletakkannya bisa digantung atau diletakkan mendatar pada rak-rak
  • Proses ini memerlukan waktu 10 – 14 hari, krosok tidak boleh terlalu lembab

Tembakau dilemaskan supaya tidak rusak

  1. SORTASI DAN PENGEBALAN

Penyimpanan dan Sortasi

  • Rentengan krosok yang sudah lemas dilepas dan dikeluarkan dari encek dan disimpan di dalam karton boks (C48) supaya tidak lembab dan mouldy
  • Pisahkan rentengan-rentengan krosok berdasarkan posisi dan warna daun
  • Cabut daun-daun krosok yang tidak seragam dalam rentengan, terutama hijau mati, busuk (ngeplek)

Kualitas Bagus – Warna agak kehijauan (Hijau Jalan)

Pengebalan

  • Ukuran kotak pengebalan : 60 x 40 x 40 Cm
  • Masukkan rentengan-rentengan yang sudah seragam ke dalam kotak pengebalan
  • Atur posisi daun agar rapi dan tidak rusak
  • Krosok tidak boleh terlalu ditekan (dipres). Berat per bal kira-kira 10 kg
  • Bungkus dengan karung goni atau boks yang disediakan gudang
  • Bal-bal yang sudah jadi segera dikirim ke gudang pembelian

Bal dalam boks atau kardus untuk menjaga kuali

—–

Tags:

Tembakau Oriental, Budidaya Tembakau Oriental, Pembibitan tembakau Oriental, Penanaman Tembakau Oriental, Pemeliharaan Tembakau Oriental, Panen Tembakau Oriental, Pengeringan Tembakau Oriental, Pengebalan Tembakau Oriental, Kualitas Tembakau Oriental, Sejarah Tembakau Oriental, Air Cure, Flue Cure, Fire Cure, Sun Cure, Jenis-jenis Tembakau

 

loading...

Check Also

Deskripsi 7 Varietas Unggul Tembakau Rajangan dan Krosok di Jawa Timur

Deskripsi 7 Varietas Unggul Tembakau Rajangan dan Krosok di Jawa Timur yang tersebar di Madura, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!