Home / Tanaman Perkebunan / Cara Praktis Mencangkok Cengkeh

Cara Praktis Mencangkok Cengkeh

Perbanyakan tanaman bisa dilakukan secara generative maupun vegetative. Perbanyakan secara generative yaitu dengan menggunakan biji atau benih tanaman sedangkan perbanyakan dengan cara vegetative adalah perbanyakan dengan menggunakan bagian-bagian lain dari sebuah tanaman. Bagian tanaman yang digunakan bisa cabang, ranting, daun maupun akar tanaman. Beberapa cara perbanyakan vegetative yang umum dilakukan adalah mencangkok, stek, okulasi, grafting, kultur jaringan dll.

Cengkeh adalah salah satu jenis tanaman dari family mirtaceae yang sulit diperbanyak secara vegetative. Perbanyakan secara stek masih sangat jarang dilakukan dan keberhasilannya sangat kecil. Begitu juga perbanyakan dengan menggunakan cara sambung (grafting) masih jarang dilakukan. Saat ini yang paling umum dilakukan adalah grafting dengan system sambung susuan. Tanaman cengkeh juga bisa diperbanyak dengan system sambung mini. (mini grafting).

Keuntungan Bibit Cangkokan

Mencangkok adalah salah satu jenis perbanyakan tanaman yang sangat terkenal karena sederhana, mudah dilakukan dan tingkat keberhasilannya tinggi. Beberapa keuntungan mencangkok adalah:

  1. Diperoleh bibit yang sama persis dengan sifat induknya
  2. Tanaman akan lebih cepat untuk berproduksi
  3. Dihasilkan tanaman yang relative seragam
  4. Bibit yang dihasilkan bebas dari hama dan penyakit tanaman
  5. Mudah dan murah untuk dilakukan

Peralatan dan Bahan-bahan yang harus disiapkan:

  1. Pohon induk yang sehat, produktif dan bebas hama dan penyakit
  2. Pisau Cangkok (pisau yang tajam)
  3. Lembaran plastic atau kain atau sabut kelapa sebagai pembungkus
  4. Media tanam bisa dari tanah yang subur atau peat moss. Sekarang ini di pasaran tersedia media cangkok yang sangat bagus, ringan dan kuat menahan air
  5. Tali
  6. Hormon perangsang perakaran seperti rootone F, Rapid Root dll
  7. Air bersih secukupnya

Alat Mencangkok – Pisau Cangkok

Bahan Mencangkok – Moss

Cara atau Proses Pencangkokan:

  1. Pilihlah cabang yang akan dicangkok yaitu cabang-cabang produktif dengan ukuran diameter 1 – 2 cm, cabang mempunyai ranting dan daun yang normal, Sehat, Bebas dari serangan hama dan penyakit tanaman, berdiri tegak dan kokoh dan mudah dijangkau ketika mencangkok.
  2. Setelah ditentukan cabang yang akan dicangkok, Buatlah irisan/kupasan sepanjang 5 cm pada cabang tersebut. Proses pengupasan harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak boleh merusak jaringan kayu (xylem) cabang tersebut. Pengupasan harus bersih dari kulit dan cambium.

 

Bagian cabang yang dikupas

  1. Bersihkan dan keringkan bagian cabang yang sudah terkupas kulitnya tersebut dari cambium. Kambium adalah sebuah jaringan lender yang terdapat diantara kulit dan kayu dan biasanya akan terasa lengket dan licin. Jaringan cambium ini berfungsi mengangkut hasil proses fotosintesa dari daun ke seluruh bagian tanaman. Jadi diharapkan akan banyak hasil fotosintesa yang terakumulasi di sekitar cabang yang dikupas sehingga akan terbentuk akar yang banyak dan sehat
  2. Oleskan secara merata hormone perangsang perakaran pada bagian cabang yang sudah terkupas dengan sempurna. Pengolesan hormone harus merata terutama pada kulit di ujung luka kupasan.
  3. Buatlah media cangkok dengan cara memasukkan 300 gr media tanam peat moss dan ± 100 gr sabut kelapa ke dalam satu wadah plastic lalu dicampur dengan air hingga rata dan cukup lembab. Aduk dengan tangan untuk meratakan dan peras kelebihan air dari adukan sehingga adukan menjadi liat.
  4. Tutup bagian cabang yang terkupas yang sudah diolesi dengan hormone perangsang akar dengan media cangkok yang sudah kita siapkan.
  5. Bungkus media tanam yang telah menutupi bagian kupasan cabang dengan menggunakan lembaran plastic bening atau sabut kelapa atau bahan pembungkus yang lainnya. Ikat kedua ujung bungkusan pada batang dengan erat menggunakan tali plastic. Biasanya satu cangkokan diikat di 3 tempat yaitu Di Bagian Pangkal, Ujung dan tengah Bola media cangkok. Pastikan ikatan kita cukup kuat dan tidak mudah lepas maupun berputar.

Bentuk Cangkokan setelah diberi bola media

  1. Buatlah tanda atau catatan tentang cangkokan yang kita buat, berisi waktu pencangkokan, Lokasi pencangkokan, Nomor pohon induk dan siapa yang mencangkoknya
  2. Bila tidak ada hujan selama 3 hari berturut-turut dan bola media cangkok menunjukkan gejala kekeringan maka harus dilakukan penyiraman atau penyemprotan. Penyirmana bisa menggunakan botol aplikator atau menggunakan sprayer kecil.
  3. Lakukan pengamatan dan pemeliharaan secara rutin untuk menjaga agar cabang yang dicangkok tidak rusak, baik oleh hama penyakit maupun secara mekanis.
  4. Setelah umur 3 – 4 bulan maka akar sudah terbentuk dan biasanya akan keluar dari bola media cangkokan. Cangkokan bisa dipanen bila akar sudah cukup banyak dan cukup tua.
  5. Panen cangkok dengan menggunakan gergaji potong yang tajam. Potong  dengan gergaji Sekitar 1-5 cm di bawah bungkusan cangkok. Turunkan bibit cangkokan dengan hati-hati lalu diletakkan pada tempat yang teduh (tidak terkena sinar matahari langsung)
  6. Bungkus Bola media cangkokan dengan pelepah daun pisang, lalu diikat dengan kuat.
  7. Tempatkan bibit-bibit cangkokan yang sudah dibungkus pelepah daun pisang ke dalam kotak kayu atau karton boks.

 

Cangkokan yang sudah jadi dan siap dipanen

Cangkokan siap didistribusikan atau ditanam

Demikian sedikit ulasan tentang cara mencangkok pada tanaman cengkeh. Selamat mencoba dan berlatih karena semakin sering kita mencoba dan berlatih akan semakin tinggi tingkat keberhasilannya. Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat bagi para pembaca.

=====

Related:

Mencangkok, Mencangkok pada Tanaman Cengkeh, Cara Mencangkok, Mencangkok Pohon Buah-buahan, Perbanyakan generative, Perbanyakan Vegetative, Budidaya Cengkeh, Hormon Perangsang Akar, Cara Mencangkok Cengkeh, Bibit Cangkokan, Bibit Cengkeh Cangkokan

loading...

Check Also

Deskripsi 7 Varietas Unggul Tembakau Rajangan dan Krosok di Jawa Timur

Deskripsi 7 Varietas Unggul Tembakau Rajangan dan Krosok di Jawa Timur yang tersebar di Madura, …

2 comments

  1. Keren info nya pak.. saya pikir awalnya cengkeh tidak bisa di cangkok? Tapi sudah ada bukti klo berhasil sampe cengkehnya berbunga?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!